diriku

Fauzi Bonyok…! Tentu Anda bertanya kok namanya bukan Fauzi Bowo lagi? He he he he he. Yaahhh beginilah saya tahu diri….karena telah membuat Anda semua setiap hari bonyok di jalan, akhirnya sebut saja FAUZI BONYOK..!!! Kalau nanti Jakarta sudah membuat Anda semua nyaman, sudah menjadi kota yang manusiawi, benar-benar menjadi kota yang bisa menjadi Jakarta Untuk Semua….jangan-jangan itu hanya itu hanya ada dalam mimpi Anda ketika tertidur sebentar ketika terjebak di jalan metro pondok indah, atau terjebak di jalan gatot subroto dan ketika Anda terbangun ternyata air liur anda sudah mentes membasahi baju Anda………bonyok…..bonyok….bonyok….!!!!!

6 Responses to “diriku”

  1. budiman Says:

    saya tau usaha pemerintah DKI belum maksimal..
    untuk itu mari kita urun solusi dan kritik membangun..
    tentunya dengan sopan santun dan sikap yang jantan menunjukkan jati diri kita..

    saya bukan fans fauzi bowo..tapi menurut pendapat saya dia jauh lebih hebat dari anda karena dia BERBUAT SESUATU..

    tidak hanya melakukan kritik2 memojokkan, tanpa memberikan solusi,dengan bahasa kasar.. tanpa identitas lagi

    saya jadi meragukan niat baik saudara..

    tong kosong memang selalu nyaring bunyinya..

  2. fauzibonyok Says:

    wah mantabs, perpaduan yang harmoni antara nama dan sikap. terima kasih pak budiman. Anda benar2 orang yang budiman.Salam Hangat Saya.

  3. Ikman Says:

    mas bonyok, blog kita di blogspot di bredel depkominfo ya? soalnya uda bagus banget di blogspot dan tiba2 hilang.
    Waduh dimanakah kebebasan ber ekspresi di negeri ini? Sudah betapa saktinya Depkominfo (baca : deppen) yang dulu di gusur oleh gusdur kemudian di bangkitkan kembali oleh SBY.
    Tapi keep going aja mas, ada jutaan orang di indonesia dan di Jakarta yang mendukung mas!, memang pemerintah harus mempunyai oposisi sebagai kontrol kalao tulisan2 seperti ini diberangus dimana lagi konsep demokrasinya?
    Keep fighting!

  4. Putra Says:

    Pak budi, setiap orang itu mempunyai peran masing-masing, ada yang memang jadi pemimpin (yang diharapkan menjadi pemimpin yang bijaksana), ada yang tugasnya sebagai pengkritik (kontrol), ada yang memberi komentar, sehingga semuanya menjadi balance. Memang kita telah lama terbiasa ditekan oleh satu rezim dimana kata “tidak” menjadi taboo, apalagi berhubungan dengan kebijaksanaan pemerintah berkuasa.
    Saya sangat menghargai tulisan mas fauzibonyok, kalo to pemimpin berkuasa sekarang (baca gubernur) memang baik, tentunya mas blog fauzibonyok tidak akan dibaca dan dianggap tidak relevan
    Tapi kenyataannya? tanya anda sendiri
    Tanya kenapa? :)

  5. ordtraining Says:

    saya setuju dengan fauzi bonyok. Jakarta mengalami kemunduran. Maju terus, kritisi pemimpin kita yang tidak benar. Pembangunan kita dari pajak kita tapi tidak ada pembangunan yang signifikant dalam era Fauzi Bowo, yang ada justru pertumbuhan kendaraan yang meningkat tanpa diiringi transportasi masal yag memadai

  6. IOF Says:

    kalau diluar negeri udah di impeach…kalau disini tergantung duit buat nyogok ormas yang dukung dia


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.